Aroma “Gizi” yang Mengganggu: Ketika SPPG Talagening Lupa Bahwa Lingkungan Juga Butuh Perhatian

Oplus_131072

Tanggamus – Sergap86.id//Program pelayanan gizi yang semestinya membawa manfaat bagi masyarakat, justru menuai sorotan di Desa Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (11/4/2026).

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat menjadi perbincangan warga, bukan semata karena kontribusinya, melainkan akibat dugaan pengelolaan limbah yang dinilai belum optimal. Aliran limbah dapur yang diduga dibuang ke drainase di jalur lintas barat dilaporkan menimbulkan bau tidak sedap, bahkan tercium hingga sepanjang hari oleh warga dan pengguna jalan yang melintas.

Seorang narasumber di sekitar lokasi menyebutkan bahwa kondisi saat ini memang sudah sedikit membaik dibanding sebelumnya, namun bau masih kerap tercium, terutama di area bagian bawah lingkungan SPPG.
“Sekarang sudah agak mendingan, tapi dulu baunya cukup menyengat. Sekarang pun masih tercium, apalagi di bagian bawah,” ujarnya.

Selain persoalan limbah, perhatian juga tertuju pada keterlibatan tenaga relawan lokal. Berdasarkan keterangan warga, jumlah relawan dari masyarakat sekitar disebut relatif terbatas, diperkirakan hanya berkisar delapan orang.

Harapan pun muncul agar pengelola SPPG dapat melakukan pembenahan, khususnya dalam pengelolaan limbah. Warga menyarankan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sesuai standar, agar dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna jalan yang kerap melintasi area tersebut. Ia mengaku sering mencium bau tidak sedap, meski sebelumnya tidak mengetahui sumbernya.
“Sering tercium bau saat lewat situ, tapi sebelumnya tidak tahu dari mana asalnya,” katanya.

Sorotan juga datang dari Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Kabupaten Tanggamus, Yuliar Baro. Ia mendorong pihak terkait, khususnya satuan tugas yang membawahi program tersebut, untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan evaluasi operasional di lapangan.

Oplus_131072

“Kami berharap ada langkah cepat untuk merespons keluhan masyarakat, sehingga tujuan program tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan program publik tidak hanya diukur dari output yang dihasilkan, tetapi juga dari bagaimana pelaksanaannya memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara berita ini di tayangkan masih dalam konfirmasi via WhatsApp kepada SPPI dan belum ada jawaban. Dan kami dari media menyediakan ruang jawab yang seluas-luasnya.Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *