Tebing Tinggi – Sergap86.id// Penggerebekan kasus narkoba di Jalan Sarifahjawiyah, Lk III, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi pada Sabtu sore (25/4/2025) berbuntut sorotan publik. Warga setempat mempertanyakan transparansi rilis resmi Polres Tebing Tinggi yang hanya menyebutkan satu tersangka, padahal di lokasi kejadian disebut petugas mengamankan tiga orang.
Dalam rilis resmi, Kasat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi, AKP Jimmy R. Sitorus, SH, melalui keterangan tertulis menyampaikan penangkapan RJ (20), warga Jalan Ketumbar, dengan barang bukti 1,40 gram sabu dan satu unit HP Vivo. Namun, keterangan saksi mata di lapangan menceritakan hal berbeda.
“Di lapangan petugas bawa tiga orang, satu wanita. Motor Nmax juga dibawa. Kenapa di rilis hanya RJ? Dua lainnya dan barang bukti motor ke mana?” ujar warga sekitar yang tidak ingin disebut identitasnya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan handphone seluler, Rabu (29/4) Kanit 2 Satresnarkoba IPDA Aprik Butarbutar membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga orang tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa dua di antaranya merupakan penyalahguna (pemakai) dan telah dilimpahkan ke BNN untuk menjalani rehabilitasi,” ucap Kanit 2
Menurut keterangan yang kita terima sepeda motor Yamaha Nmax masih ada di halaman parkir Polres Tebing Tinggi
Desakan Warga: Tangkap Bandar ‘I alias G’
Kecurigaan warga meningkat saat menelusuri kediaman RJ alias Rio di Jalan Ketumbar. Warga menyebut RJ hanyalah kurir dari bandar berinisial ‘G’ yang dikenal licin.
“Warga sudah muak dan resah dengan aktivitas ‘G’ di Jalan Ketumbar Kampung Sawo. Keluar masuk kendaraan membeli barang haram membuat kecemasan warga sekitar.
Kami curiga penangkapan RJ ini hanya untuk sekadar memenuhi target kinerja saja, bukan memberantas akar masalah,” ucap warga kepada awak media, Kamis (30/4)
Warga menduga sepeda motor Nmax yang diamankan petugas dalam penangkapan itu milik ‘G’, sang bandar narkoba.
Masyarakat Kota Tebing Tinggi mendukung penuh langkah Satresnarkoba, namun berharap pihak kepolisian lebih serius menangkap bandar utama, bukan sekadar kurir dan pengguna.
“Tolong, tangkap bandarnya, jangan kurirnya saja. Masyarakat tahu siapa ‘G’, masa polisi tidak tahu?” tegas warga.
Azwin





