Umat IsIam Bersatu, KAUMI Desak Polres Tebing Tinggi Tangkap Pelaku Penganiayaan Ustad Muslim Istiqomah

  • Tebing Tinggi – Sergap86.id// Gelombang kecaman dan solidaritas dari kalangan umat Islam terus mengalir pasca-insiden penganiayaan yang menimpa pimpinan Pondok Pesantren Asbabul Rahman, Ustad Muslim Istiqomah. Kali ini, reaksi keras datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Aksi Ummat Islam (DPD KAUMI) Kabupaten Deli Serdang, Al Ustad Al Hafizh H. Azanul Shauty.

Dukungan moral tersebut disampaikan langsung saat Ustad Azanul Shauty memimpin rombongan pengurus KAUMI mengunjungi Pondok Pesantren Asbabul Rahman di Tebing Tinggi, Selasa malam (9/6/2026). Kehadiran rombongan disambut hangat oleh keluarga besar pesantren serta para simpatisan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi kekerasan tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026). Korban, Ustad Muslim Istiqomah, diduga dikeroyok secara brutal oleh sejumlah oknum di lokasi yang diduga menjadi arena judi sabung ayam di wilayah Tebing Tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Ustad Muslim menceritakan kronologi insiden yang menimpanya. Peristiwa bermula dari keresahan warga terkait aktivitas judi sabung ayam. Pada Minggu sore, sempat dilakukan razia gabungan oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis di Jalan Balam. Namun, razia tersebut diduga bocor karena petugas tidak menemukan aktivitas di lokasi.

“Tak lama berselang, saya menerima laporan warga bahwa praktik judi tersebut berpindah ke Jalan Imam Bonjol, tepat di depan Kantor Satpol PP,” ujar Ustad Muslim.

Setelah mencoba berkoordinasi dengan pihak intel Polresta Tebing Tinggi namun belum mendapat respons cepat, Ustad Muslim berinisiatif mendatangi lokasi secara langsung. Tujuannya adalah memastikan kebenaran informasi sekaligus melakukan pendekatan dakwah secara damai.

“Malangnya, setibanya di lokasi baru tersebut, saya langsung dihadang dan dikeroyok oleh sekumpulan massa yang berada di area lapak judi,” terangnya di hadapan para tamu.

Merespons kejadian ini, Ustad H. Azanul Shauty secara lantang membacakan pernyataan sikap dan tuntutan resmi di hadapan jemaah dan santri yang hadir. Ia menegaskan bahwa tindakan premanisme ini bukan sekadar penganiayaan fisik, melainkan sebuah penghinaan nyata terhadap marwah ulama dan institusi pendidikan Islam.

“Kami atas nama warga masyarakat muslim mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Tebing Tinggi, untuk segera menindaklanjuti laporan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap pimpinan Pondok Pesantren Asbabul Rahman. Marwah seorang ustad telah diinjak-injak!” tegas Ustad Azanul.

Dalam orasinya, ia juga menyerukan soliditas kepada seluruh jemaah yang memadati area pondok pesantren untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Seruan tersebut langsung disambut komitmen kompak dari seluruh jemaah yang hadir.

Saat ini, masyarakat dan tokoh lintas elemen di Tebing Tinggi mendesak langkah cepat dan tegas dari jajaran Polres Tebing Tinggi untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan demi menegakkan keadilan sekaligus mencegah potensi gejolak sosial yang lebih besar.

(Azwin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *