Jika biasanya Selasa diisi dengan rutinitas sawah, warga RT 14 RW 05 Dusun Cipunagara Desa Tanjung, memilih

Subang – Sergap86.id//
Mengaduk aspal panas bersama. Pada 22 September 2026, jalan gang sempit yang selama ini jadi keluhan emak-emak saat hujan, akhirnya diaspal dengan tangan mereka sendiri.

“Dulu kalau hujan, anak sekolah harus jinjit karena becek, sekarang alhamdulillah sudah mulus, bisa lari-larian,” ujar Warsih, warga RT 14 sambil menyeka keringat.

Di tengah terik matahari, sosok Sertu Dede Rukmana Babinsa Desa Tanjung Koramil/0502 Pagaden, tak canggung memegang sekop dan gerobak. Ia tidak memberi komando dari pinggir, tapi ikut jongkok meratakan aspal bersama Kades Tanjung Sunaryo, dan bapak-bapak dusun.

“Saya bukan hanya Babinsa di atas kertas, saya bagian dari warga Tanjung, jadi kalau gang becek, saya juga yang malu,” kata Sertu Dede Rukmana.

Kini anak-anak bisa mengaji ke musala tanpa takut terpeleset, dan ibu-ibu bisa lewat bawa belanjaan dengan nyaman. Jalan gang yang baru itu menjadi bukti, kemewahan desa bukanlah mal atau jalan tol, melainkan akses kecil yang mulus hasil keringat bersama.

“Terima kasih Pak Babinsa, jalan kami mulus, hati kami juga ikut mulus karena dikerjakan bareng-bareng,” tutupnya.

Kades Sunaryo mengaku momen ini mengingatkannya pada masa kecil dulu, ketika semua masalah desa diselesaikan dengan kentongan dan gotong royong. Ia melihat, karya bhakti ini lebih dari sekadar infrastruktur, tapi obat rindu kebersamaan yang mulai hilang.

“Gotong royong itu warisan kita, hari ini kita tidak hanya ngaspal jalan, tapi ngaspal lagi rasa peduli antar tetangga,” ucap Kades Sunaryo.(Jsg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *