Tanggamus – Sergap86.id//Persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Tanggamus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Sikap itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan bersih-bersih sampah di Pekon Negara Batin, Kali Wai Awi, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang aliran sungai Wai Awi itu menjadi simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan yang mulai terancam oleh tumpukan sampah.
Sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, perlahan tercemar oleh limbah rumah tangga dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kondisi ini dinilai tidak bisa lagi dibiarkan.
Mirza menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi menyangkut masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ia menilai perlu ada langkah kolektif yang konsisten, bukan sekadar aksi seremonial.
“APDESI Kabupaten Tanggamus siap mendukung program kerja pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Kami akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik,” ujar Mirza di sela kegiatan.
Menurutnya, peran desa sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Edukasi dan pembiasaan hidup bersih harus dimulai dari tingkat pekon. Ia pun menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam setiap gerakan kebersihan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, karena kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tanggamus, Drs. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kemas Yuspi, Camat Kota Agung Barat, para kepala pekon se-Kota Agung Barat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Mereka bersama-sama turun langsung memungut sampah yang menyumbat aliran sungai dan membersihkan lingkungan sekitar pemukiman.
Aksi gotong royong itu tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran bahwa persoalan sampah tidak bisa dibebankan pada pemerintah semata. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, persoalan yang sama akan terus berulang.***





