Waspada! Jelang Ramadhan Curanmor Marak di Tebing Tinggi, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Oplus_131072

Tebing TinggiSergap86.id// Menjelang bulan Ramadhan pencurian sepeda motor (Curanmor) di kota Tebingtinggi semakin meningkat. Kasus pencurian terbaru terjadi, Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 15.57 WIB di halaman toko Serba Ada, di Jalan Deblod Sundoro, Kel. Rambung, Kec. Tebingtinggi Kota, Sumatera Utara.

“Aksi kriminal nekat! TKP hanya berjarak 300 meter dari Mapolres Tebingtinggi. Kendaraan bermotor yang hilang dengan plat polisi BK 4770 NAX warna merah hitam, milik Fachrul Azmi warga Kel. Deblod Sundoro, Kec. Padang Hilir.

Korban menyatakan, kecewa dan kesal atas kehilangan yang dialaminya, mengingat jarak hilangnya sepeda motor dengan masuknya dia ke Toserba hanya 10 menit. “Waktu saya meninggalkan kereta dan hilangnya sekira 10 menit aja”, ujar Azmi.

Atas kejadian yang dialaminya, Azmi langsung melaporkan kehilangan tersebut ke Mapolres Tebingtinggi didampingi awak media dan dengan segera meluncur ke tempat kejadian untuk oleh TKP. Tiga petugas polisi terlihat melakukan pengamatan dan tanya jawab dengan korban.

“Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menyoroti bahwa tindak kejahatan serupa telah terjadi di Masjid Al Hikmah komplek Prumnas Bagelen sehari sebelumnya.

Korban pencurian adalah imam masjid. “Artinya ada dua sepeda motor hilang dalam seminggu ini”, terang warga. Mereka mempertanyakan tugas polisi yang terkesan lambat mengantisipasi keamanan kota.

Oplus_131072

Catatan wartawan, setidaknya sebulan belakangan, ada enam kasus curanmor di Kota Tebingtinggi. Enam kasus curanmor yang terdeteksi, yakni di Jalan Bakti, halaman Masjid As Syuhada, Pabatu, Masjid Perumnas Bagelen, kantor BPBD di Jalan Gn. Leuser, Kel. Tj. Marulak, Kec. Rambutan, Kel. Pinang Mancung dan yang terbaru curanmor di halaman Toserba Jalan Deblod Sundoro.

Terkait hal itu, beberapa tokoh masyarakat yang dimintai komentarnya, menyatakan kecewa atas maraknya curanmor yang terjadi akhir-akhir ini

“Kita himbau Polres Tebingtinggi meningkatkan kinerjanya terkait tindak pencurian ini, karena sudah tahap meresahkan”, ujar seorang tokoh agama yang minta namanya tak dimuat.

“Maraknya kasus pencurian di masjid memicu keprihatinan tokoh agama, yang menilai pelaku semakin tidak menghormati tempat ibadah. Pihak tokoh agama mendesak agar aparat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku untuk memberikan efek jera, mengingat kejadian ini telah meresahkan warga

“Cocok tempel lutut pencuri”, tegas salah seorang ustadz saat diskusi di beranda masjid Kecamatan Padang Hilir.

Azwin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *