Stok BBM di Sumut Dipastikan Aman, Pemprov Gandeng TNI-Polri Atasi Kendala Distribusi

MEDAN – Sergap86.id// Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman. Kelangkaan yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan akibat terganggunya proses distribusi.

Hal tersebut disampaikan oleh Bobby Nasution usai memimpin rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro, Medan, pada Selasa (14/7/2026). Berdasarkan penjelasan dari pihak Pertamina, kendala utama berada pada pengiriman dari depot menuju SPBU akibat berkurangnya jumlah pengemudi truk pengangkut.

“Pihak Pertamina menjelaskan bahwa kendala utamanya bukan ketersediaan BBM, melainkan pada distribusinya karena armada pengangkut kekurangan pengemudi. Kami menerima informasi adanya pemberhentian massal pekerja, sehingga operasional armada tidak berjalan normal,” ujar Bobby.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Pertamina, TNI, dan Polri. Personel TNI-Polri disiagakan untuk membantu proses distribusi, baik sebagai pengemudi cadangan maupun untuk pengamanan armada jika diperlukan.

“Mulai malam ini, tim dari TNI dan Polri sudah siap siaga. Kami tinggal menunggu koordinasi lebih lanjut dari Pertamina mengenai jumlah personel yang dibutuhkan untuk membantu kelancaran distribusi di lapangan,” tegasnya.

Bobby menekankan bahwa Pemprov Sumut berkomitmen penuh memberikan dukungan agar gangguan ini tidak berlarut-larut. Langkah cepat ini diambil demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta stabilitas roda perekonomian daerah.

Meski demikian, Bobby mengingatkan bahwa urusan manajemen operasional, termasuk perekrutan maupun pemberhentian pengemudi, sepenuhnya merupakan kewenangan internal Pertamina. Namun, ia menggarisbawahi agar masalah internal perusahaan tidak sampai merugikan kepentingan publik.

“Masalah ketenagakerjaan adalah ranah internal mereka. Bagi kami, yang terpenting adalah dampak dari persoalan tersebut tidak sampai merugikan masyarakat Sumatera Utara,” tambahnya.

Di sisi lain, Bobby menyayangkan keterlambatan informasi mengenai potensi gangguan operasional ini. Menurutnya, antisipasi dapat dilakukan jauh lebih cepat jika pemerintah daerah mendapatkan laporan sejak awal.

“Kami berharap ke depan ada komunikasi yang lebih dini jika terjadi kendala operasional seperti ini. Jika diinformasikan lebih awal, tentu pemerintah daerah bisa memberikan bantuan dan antisipasi lebih cepat,” kata Bobby.

Mengakhiri keterangannya, Bobby kembali mengimbau masyarakat agar tidak panik. Stok BBM di Sumatera Utara tetap tercukupi dan pasokan dari luar daerah dipastikan tetap berjalan normal sesuai jadwal.

(Azwin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *