TANGGAMUS – Sergap86.id//Desa Bandar Suka Bumi,Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kab Tanggamus Ketika fajar menepi di ufuk timur dan embun terakhir jatuh di dedaunan, Desa Bandar Suka Bumi seakan terdiam sejenak… menyambut hari yang tak biasa. Bukan sekadar hari Sabtu. Ini adalah hari di mana cinta disatukan, dan seorang anak laki-laki menjejak langkah pertamanya menuju kedewasaan.
Helen, putri dari sosok pemimpin yang bijak, Kepala Desa Tulung Sari,Sulhan Ependi & Musdiana
melangkah dengan hati yang gemetar bukan karena ragu, tetapi karena haru. Di sisinya berdiri Hamdan, pria yang akan menjadi sandaran, sahabat, dan imam seumur hidupnya. Di bawah langit desa, mereka mengikat janji suci. Di saat yang sama, buah cinta mereka, Ananda Nikolas, menjalani prosesi khitanan sebuah ritus agung yang menandai perjalanannya sebagai lelaki sejati.

Tangis bahagia, tawa keluarga, dan lantunan doa bersahut-sahutan. Di pinggir jalan, karangan bunga berdiri gagah: dari Nico Chandra, Kepala Pekon Sri Melati, dan Suhardi, Kepala Pekon Negeri Gunung. Bukan sekadar hiasan melainkan lambang cinta dan restu dari para pemimpin rakyat. Bukti bahwa hari ini, bukan hanya milik keluarga tetapi milik seluruh penjuru negeri yang ikut bersuka cita.
Dan ketika matahari mulai menghangatkan bumi, Tarian adat tradisional pun dimulai. Langkah kaki penari melenggak anggun, menari bersama tanah yang mereka pijak, dalam harmoni musik warisan leluhur. Suara gendang dan suling mengalun, seperti napas para leluhur yang hadir dari alam tak kasat mata memberikan restu, menjaga, dan memuliakan.

Hari itu bukan hanya sakral. Ia menjadi puisi yang hidup. Sebuah pengingat, bahwa cinta sejati tumbuh dari akar yang dalam: keluarga, adat, dan iman. Bahwa seorang anak tidak hanya tumbuh oleh waktu, tapi juga oleh tradisi dan doa yang mengiringi langkahnya.
Hari itu, langit menjadi saksi. Tanah menjadi alas sujud syukur. Dan hati setiap orang yang hadir menjadi bagian dari sejarah kecil yang akan diceritakan dari generasi ke generasi.
Selamat menempuh hidup baru, Helen & Hamdan. Dan selamat, Ananda Nikolas — semoga langkahmu selalu dijaga cahaya kebaikan.Red/Upi





