Momentum Maulid Nabi di Lapas Tebing Tinggi: Warga Binaan Diajak Hijrah Spiritual dan Tata Masa Depan

Tebing Tinggi – Sergap86.id// Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebing Tinggi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di dalam kompleks Lapas ini menjadi momentum krusial bagi warga binaan untuk memperkuat iman, mengintrospeksi diri, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan versi terbaik.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tebing Tinggi, Bahtiar Sembiring, menegaskan bahwa peringatan hari besar keagamaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari program pembinaan kepribadian yang terstruktur.

“Masa pembinaan di Lapas adalah kesempatan emas untuk berbenah. Melalui keteladanan akhlak Rasulullah SAW, kami ingin warga binaan mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif, sehingga saat bebas nanti, mereka siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bahtiar.

Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi lintas wilayah Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai. Di antaranya tampak hadir:

Pemerintah Kota & Agama: Kabag Kesra Pemko Tebing Tinggi Azanul Akbar Lubis (mewakili Wali Kota) dan Kepala Kemenag Tebing Tinggi MHD David Saragih.

Aparat Penegak Hukum: Ketua PN Tebing Tinggi Hajar Widianto, Ketua PN Serdang Bedagai Maria Christine Natalia Barus, Kajari Serdang Bedagai Amrizal Bangun, serta perwakilan dari Polres Tebing Tinggi, Polres Serdang Bedagai, Kejari Tebing Tinggi, dan BNNK Tebing Tinggi.

TNI/Polri & Mitra: Danyon Brimob Tebing Tinggi Kompol Bima Anggalaksana, perwakilan Danramil 13/TT, dan Pimpinan Cabang BRI Tebing Tinggi.

Dalam tausiyahnya, Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima menyentuh hati para warga binaan dengan mengingatkan agar tidak memandang masa hukuman sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, Lapas harus dijadikan tempat “pesantren” untuk menempa mental dan spiritual.

“Jangan anggap ini sekadar hukuman, tapi ini adalah cara Allah menghentikan kita dari kesalahan dan memberi waktu untuk introspeksi. Jaga salat lima waktu, jadikan ibadah sebagai fondasi perubahan diri untuk menyongsong masa depan yang lebih berkah,” pesan Ustadz Mulkan.

Peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama yang menggaungkan harapan baru. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

(Azwin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *