SUBANG – Sergap86.id//Matahari belum sepenuhnya terbit ketika sekelompok prajurit TNI mulai mengayunkan cangkul dan menyusun batu split di Desa Cilamaya Girang. Di antara mereka, Lettu Arh Herry Subianto, Danki Satgas TMMD ke-123 Kodim 0605/Subang, berdiri sambil memperhatikan progres pembangunan jalan desa yang menjadi salah satu sasaran utama program ini. Keringat yang menetes di wajahnya bukan hanya tanda kerja keras, tetapi juga bukti pengabdian.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk membangun jalan atau sumur bor, tapi juga membangun harapan. Kami ingin warga desa ini merasakan manfaat nyata dari TMMD,” ujar Lettu Arh Herry Subianto dengan semangat.
TMMD adalah program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di daerah terpencil, tertinggal, dan terisolasi. TMMD ke-123 Kodim 0605/Subang dilaksanakan di Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang selama 1 bulan pada tanggal 19 februari sampai 20 Maret 2025.
Sebelum program TMMD hadir, warga Desa Cilamaya Girang menghadapi tantangan besar. Jalan utama desa rusak parah, sulit dilewati, terutama saat hujan. Anak-anak harus berjalan kaki berkilo-kilometer melewati jalan berlumpur untuk sampai ke sekolah. Masalah lain yang dihadapi warga adalah air bersih. Letak desa yang dekat dengan pesisir pantai menyebabkan air sumur di wilayah ini sering terasa payau dan tidak layak untuk dikonsumsi.
“Dulu kalau musim hujan, jalan ini seperti kubangan. Susah sekali kalau mau ke pasar atau ke sekolah,” ungkap Pak Idan, seorang warga setempat yang sejak lama bermimpi melihat desanya memiliki akses jalan yang lebih baik.
Kini, berkat TMMD, perubahan itu mulai terlihat. Jalan yang dulunya penuh lumpur kini telah diperkeras, memudahkan akses transportasi warga. Lima sumur bor yang dibangun kini menjadi sumber air bersih yang sangat dinantikan. Warga tak lagi harus bergantung pada air sumur yang terasa payau.
“Alhamdulillah, sekarang air bersih sudah dekat. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI,” tambah Ibu Kiki Dwi Hastuti, salah satu penerima manfaat program TMMD yang rumahnya kini direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak.
Bagi para prajurit Satgas TMMD, tugas ini bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian. Mereka tinggal di rumah-rumah warga, berbagi cerita dan tawa setelah seharian bekerja di bawah terik matahari. Kebersamaan itu menciptakan ikatan emosional yang mendalam antara TNI dan masyarakat.
“Ada satu anak kecil yang setiap sore menunggu kami pulang kerja hanya untuk bermain dan bertanya tentang kehidupan tentara. Itu membuat kami merasa menjadi bagian dari mereka, bukan hanya sebagai Satgas, tapi juga sebagai keluarga,” cerita Pratu Iwan, yang menjadi favorit anak-anak desa karena selalu mengajak mereka bermain dan berbagi cerita.
Dansatgas TMMD ke-123, Letkol Inf Achmad Zaki,S.Sos., M.M., M.I.Pol., menegaskan bahwa TMMD bukan hanya program pembangunan, tetapi juga bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TMMD adalah bukti nyata pengabdian kami,” ujarnya.
Kesuksesan TMMD tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Subang. Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., mengapresiasi peran TNI dalam membantu pembangunan di daerahnya.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam program TMMD ini sangat luar biasa. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan sumur bor ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, proyek TMMD ke-123 akan selesai, dan prajurit TNI akan kembali ke kesatuan masing-masing. Namun, jejak mereka akan tetap tertinggal di Desa Cilamaya Girang. Bukan hanya dalam bentuk jalan yang lebih baik atau sumur yang mengalirkan air bersih, tetapi juga dalam ingatan warga yang akan selalu mengenang kebersamaan, perjuangan, dan kehangatan yang mereka bawa.
“Bagi kami, TMMD bukan hanya soal membangun desa, tapi juga membangun masa depan masyarakatnya,” pungkas Lettu Arh Herry Subianto sebelum kembali mengawasi pengerjaan jalan.
Dan di balik setiap batu yang dipasang, di balik setiap tetes keringat yang jatuh, ada harapan yang kini telah menjadi nyata.(Jsg)





