MEDAN – Sergap86.id// Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menggerebek dua sarang narkotika di kawasan pemukiman padat Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (23/8) sore. Dalam operasi tersebut, petugas meringkus sembilan orang pria, yang terdiri dari dua pengedar dan tujuh pengguna. Beberapa di antaranya bahkan sempat nekat melompat ke sungai demi menghindari sergapan petugas.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, S.H., S.I.K., M.I.P., menjelaskan bahwa penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan intensif terkait maraknya praktik jual-beli narkoba di kawasan tersebut.
“Melalui perhitungan yang matang, tim gabungan Satresnarkoba langsung bergerak memecah kekuatan untuk mengepung dua titik target di Mangkubumi,” ujar AKBP Rafli, Senin (24/8) pagi.
Rafli mengungkapkan, kedua sarang narkoba tersebut beroperasi dengan modus yang berbeda. Lokasi pertama memanfaatkan rumah kos, di mana lantai dua digunakan sebagai kamar sewa dan lantai satu dijadikan basis transaksi. Sementara lokasi kedua berada di bantaran sungai, tempat beberapa pelaku sempat mencoba kabur dengan menceburkan diri ke air saat digerebek.

Dari sembilan orang yang diamankan, polisi menetapkan dua warga setempat berinisial AR (37) dan AG (42) sebagai tersangka pengedar sabu. Dari tangan AR, petugas menyita 4 paket sabu siap edar, sedangkan dari tangan AG disita 3 paket sabu siap edar.
“Sementara itu, tujuh orang lainnya diidentifikasi sebagai pengguna. Mayoritas dari mereka berprofesi sebagai juru parkir dan buruh harian lepas,” tambah Rafli.
Selain paket sabu, tim gabungan juga menyita barang bukti lain berupa puluhan alat isap (bong), puluhan plastik klip kosong, sejumlah uang tunai, serta sebilah kapak yang diduga disiapkan pelaku untuk menyerang petugas saat operasi.
Guna memutus rantai peredaran dan mencegah aktivitas serupa terulang, petugas langsung menghancurkan seluruh lapak transaksi di pemukiman padat tersebut. Polisi membakar fasilitas penunjang seperti meja, kursi, hingga triplek penutup lapak narkoba.
Saat ini, kawasan Mangkubumi berada dalam pengawasan ketat pihak kepolisian. Rafli menegaskan pihaknya tidak akan segan untuk melakukan operasi serupa jika praktik haram tersebut kembali muncul.
“Kawasan ini akan terus kami awasi secara ketat. Kami juga mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Rafli.
(Azwin)





