DELI SERDANG – Sergap86.id// Tim Gabungan dari Satresnarkoba Polrestabes Medan, Polda Sumut, BNNP Sumut, dan Satpol PP bergerak cepat membumihanguskan enam barak narkoba di bantaran rel kereta api Medan – Binjai, Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Senin (12/10/2026) sore.
Langkah tegas ini diambil setelah petugas mendeteksi adanya aktivitas jual-beli narkotika yang kembali menggeliat di lokasi tersebut. Kawasan ini sebelumnya telah digerebek bulan lalu, namun para pelaku nekat membuka kembali lapak haram mereka.
Dalam operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) kali ini, petugas sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan para pelaku yang kocar-kacir melarikan diri. Satu orang pria berinisial IR (36), warga Kecamatan Medan Timur, berhasil diamankan saat mencoba kabur.

“Satu orang pengguna berinisial IR berhasil kami amankan dan langsung menjalani tes urine di lokasi dengan hasil positif. Dari tempat kejadian perkara (TKP), kami juga menyita dua paket sabu siap pakai, sejumlah alat hisap (bong), dan barang bukti lainnya,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, S.H., S.I.K., M.I.P, Selasa (13/10)
Rafli mengungkapkan bahwa jaringan ini sengaja membangun pos-pos pantau tersembunyi yang terhubung langsung ke barak narkoba. Fasilitas tersebut digunakan sebagai sistem peringatan dini (early warning) untuk memantau kedatangan petugas, sehingga para bandar dan pembeli bisa meloloskan diri dengan cepat.
Untuk memutus mata rantai peredaran di titik tersebut, petugas langsung merobohkan dan membakar keenam barak di sepanjang bantaran rel agar tidak dapat digunakan kembali.

“Enam barak narkoba yang kami temukan langsung dibumihanguskan. Kami tidak akan membiarkan tempat ini aktif lagi dan pengawasan ketat akan terus dilakukan di area ini,” tegas Rafli.
Operasi konsisten ini merupakan bagian dari komitmen besar Polrestabes Medan dalam menyapu bersih seluruh sarang narkoba di wilayah hukumnya demi mewujudkan lingkungan yang aman.
“Target kami jelas, mengubah daerah rawan menjadi zero narkoba. Kami akan pulihkan penggunanya, dan kami putus mata rantai bandarnya. Polisi dan masyarakat harus bergerak bersama,” pungkas Rafli.
(Azwin)





