SERGAP86.id//Sadangkulon, Sadang, Kebumen – 4 Mei 2026 — Memasuki tahun keempat berturut-turut sejak 2023, Pemerintah Desa Sadangkulon, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, kembali mempertahankan status “Desa Mandiri”. Fokus Pemdes tahun ini bukan lagi mengejar status, melainkan menjaga capaian Indeks Desa Membangun [IDM] melalui tata kelola pemerintahan yang akuntabel, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan potensi lokal.
Berikut pertanggungjawaban program kerja utama Pemdes Sadangkulon tahun anggaran 2025:
1. Transparansi Pengelolaan APBDes 2025 Jadi Budaya Pemerintahan
Sebagai pelaksanaan asas transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, Pemdes Sadangkulon menggelar Musyawarah Desa pada 25 Februari 2026. Agenda utama Musdes adalah penetapan Peraturan Desa tentang Pertanggungjawaban Realisasi APBDes 2025.[Musdes]
Kegiatan dihadiri Kepala Desa, perangkat desa, BPD, unsur TNI/Polri, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga.
Kepala Desa Sadangkulon menegaskan, transparansi bukan hanya saat pertanggungjawaban. Musdes digelar di setiap tahapan: perencanaan, pelaksanaan, perubahan, hingga pelaporan APBDes.

Selain Musdes, Pemdes secara berkala memasang banner transparansi APBDes di titik-titik strategis dusun dan Balai Desa. Informasi publik juga dibuka melalui Website Desa https://sadangkulon.kec-sadang.kebumenkab.go.id/index.php, email desa, WhatsApp, serta media sosial resmi Pemdes.
2. Pertahankan Status “Desa Mandiri” Tahun Ke-4
Berdasarkan data IDM, Sadangkulon telah berstatus “Desa Mandiri” selama tiga tahun berturut-turut pada 2023–2025, dan kini memasuki tahun ke-4 di 2026.
Dengan demikian, “Desa Mandiri” bukan lagi target, melainkan komitmen untuk dipertahankan. Pemdes terus mendorong peningkatan skor IDM di sektor ketahanan ekonomi, sosial, dan ekologi melalui pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi warga.
Hal ini berbeda dengan beberapa desa tetangga seperti Pucangan, Seboro, dan Wonosari yang baru berstatus “Mandiri” pada 2025.
3. Dorong Desapreneur, Desa Wisata, dan Desa Digital di Tengah Tantangan SDM
Sadangkulon yang dahulu kawasan hutan kini terus berkembang menjadi desa modern dengan dukungan Dana Desa. Tiga program unggulan yang didorong:
• Desapreneur: Pelatihan olahan hasil pertanian dan kerajinan agar bernilai jual tinggi. • Desa Wisata: Pengembangan paket agrowisata dan homestay berbasis konservasi serta kearifan lokal. • Desa Digital: Optimalisasi Sistem Informasi Desa untuk transparansi layanan dan e-commerce produk lokal.
Pemdes mengakui tantangan terbesar adalah keterbatasan SDM. Banyak intelektual desa masih memilih merantau. Selain itu, belum masuknya investor dan terbatasnya pangsa pasar yang sesuai potensi desa menjadi kendala.
Beberapa lobi kerja sama telah dilakukan, termasuk penawaran olahan potensi berbasis bambu. Namun, jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat kota masih menjadi pertimbangan utama calon pemodal.
4. Sinergi Pemberdayaan Ekonomi dan Keamanan Desa
Pertanggungjawaban program kerja 2025 juga mencakup penguatan ekonomi melalui koperasi dan BUMDes, peningkatan layanan kesehatan via Posyandu, serta kerja sama aktif dengan aparat TNI/Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Sinergi ini terlihat dari kehadiran rutin aparat dalam setiap kegiatan desa, mulai dari Musdes hingga kegiatan kemasyarakatan.
Kepala Desa Sadangkulon Suratmin menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga atas dukungan menjaga status Desa Mandiri. “PR kita sekarang adalah menjaga prestasi ini dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.
Red Iwan pratama





