Tebing Tinggi – Sergap86.id// Aksi pencurian rumah kosong kembali meresahkan warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Marulak Lingkungan 03, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi. Dalam kurun waktu hanya 10 hari, dua rumah warga di kawasan tersebut dibongkar maling, hingga mengakibatkan kerugian materi puluhan juta rupiah.
Salah satu korban, Pasu Br. Simarmata, mengungkapkan bahwa rumahnya sudah dua kali disatroni maling dalam waktu singkat. Kejadian pertama berlangsung pada 25 Oktober 2026. Saat itu, korban terpaksa mengungsi ke rumah adiknya karena takut tinggal sendirian setelah orang tuanya berangkat ke Medan.
“Saya baru tahu rumah dibongkar setelah melihat lampu depan mati dan jendela samping sudah terbuka. Begitu masuk, isi rumah sudah dikuras habis. Mulai dari televisi, mesin cuci, kulkas, mesin pompa air, bahkan sampai bola lampu dan kabel-kabel listrik ikut digondol maling,” ujar Pasu dengan nada kecewa, Kamis (5/11/2026).
Belum sempat syoknya hilang, aksi pencurian kembali menimpa lingkungannya pada Selasa malam dan baru diketahui Rabu pagi, 4 November 2026. Kali ini, selain rumahnya yang kembali disasar, rumah milik warga lain bernama Ibu Tika juga ikut dibongkar.
Pasu menyebut pihak kepolisian sebenarnya sudah dua kali turun ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, hingga kini pelaku belum juga terungkap. “Saya sangat berharap polisi bisa segera menangkap komplotan maling ini karena sudah sangat meresahkan warga Tanjung Marulak,” pintanya.
Menanggapi rentetan kemalingan ini, Tokoh Masyarakat setempat, Suarno Sinambela, angkat bicara. Menurutnya, meski pencurian kerap dikategorikan sebagai penyakit masyarakat biasa, kasus yang menimpa korban ini sudah di luar batas wajar.
“Pencurian pertama sudah dilaporkan tapi belum terungkap, lalu dalam hitungan hari rumah korban kembali dibongkar. Ini sudah tidak biasa. Sangat wajar jika korban, yang kebetulan seorang janda dari almarhum Udin Siahaan, meminta ketegasan aparat,” tegas Sinambela.
Ia mendesak pihak Kepolisian Resor (Polres) Tebing Tinggi atau Polsek terkait untuk segera bertindak taktis dan mengejar pelaku sebelum jatuh korban berikutnya. “Jangan sampai ada kejadian yang ketiga kalinya baru pelaku ditangkap. Polisi harus gerak cepat mengembalikan rasa aman warga,” pungkasnya.
(Azwin)





